SMS Re-use sitecode problem
Mungkin anda pernah mengalami masalah ketika anda gagal melakukan proses re-instalasi/upgrade SMS server dengan menggunakan sitecode yang sama.
Biasanya ini terjadi karena informasi sitecode tersebut masih tersimpan di SQL DB anda atau mungkin key site yang tidak up-to-date.
nah untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya setiap anda selesai melakukan proses de-instalasi SMS Server, lakukan juga cleaning process seperti dibawah ini.
1. Dari command prompt
C:\>\SMS\BIN\I3860000409\preinst.exe /delsite
C:\>\SMS\BIN\I3860000409\preinst.exe /deljob
2. SQL Query (anda bisa menggunakan SQL Query Analyzer tools)
DELETE FROM SysResList WHERE SiteCode = ‘***’
DELETE FROM SiteBoundaryADSite WHERE SiteCode = ‘***’
DELETE FROM SiteBoundaryIPSubnet WHERE SiteCode = ‘***’
DELETE FROM SiteControl WHERE SiteCode = ‘***’
DELETE FROM SiteControlNotification WHERE SiteCode = ‘***’
DELETE FROM Sites WHERE SiteCode = ‘***’
DELETE FROM Sites_DATA WHERE SiteCode = ‘***’
DELETE FROM SiteWork WHERE SiteCode = ‘***’
DELETE FROM PkgServers WHERE sitecode = ‘***’
DELETE FROM PkgStatus WHERE sitecode = ‘***’
================================================
SCCM Reporting Point
Iseng mumpung lagi engga banyak kerjaan, nyoba install Reporting Point di SCCM Primary Server.
Sebenarnya kegunaan dari Reporting Point ini lebih kepada fungsi report berbasis web hasil query dari SQL Database, dan karena kebetulan SQL 2005 sudah terinstall di mesin yang sama, sehingga dapat menghemat waktu dalam proses query.
Proses instalasinya cukup mudah, yaitu :
1 . Dari Configuration Manager console> Center Configuration Manager > Site Database > Site Management > – > Site Settings > \\Server. > klik kanan > new roles
* Pastikan ASP.NET dan Active Server Pages sudah terinstall dengan default website point ke \inetpub\wwwroot
2. Masukkan “fully FQDN” pada ” Intranet FQDN >
* beberapa pilihan bisa anda fungsikan sesuai kebutuhan, dalam hal ini saya menggunakan “Default Option” dan tanpa memproteksi site sistem yang hanya berjalan pada intranet area.
3. next > pilih “Reporting Point > tentukan name Report Folder dan port > next >finish.
* Http untuk mixed mode dand HTTPS untuk Native mode
4. Memastikan instalasi berjalan dengan sukses, bisa di lakukan dengan memverifikasi file SMSReportingInstall.LOG pada server tersebut.
5. untuk memastikan Reporting Point berjalan dengan sukses dari “Browser” anda http://Servername:80/SMSReporting_sitecode
Membuat SMS/SCCM Collection dengan WQL
Terkadang sebagai seorang SMS/SCCM Engineer anda mungkin mengalami kesulitan dalam membuat sebuah pola collection yang menuntut beberapa kondisi tertentu.
Nah dibawah ini saya coba berikan beberapa contoh dalam membuat sebuah SMS/SCCM collection dengan menggunakan WQL (WMI Query Language), dan anda dapat melakukan modifikasi sesuai kebutuhan:
1. Collection query/link ke Active Directory Group
select SMS_R_SYSTEM.ResourceID,SMS_R_SYSTEM.ResourceType,SMS_R_SYSTEM.Name,SMS_R_SYSTEM.SMSUniqueIdentifier,
SMS_R_SYSTEM.ResourceDomainORWorkgroup,SMS_R_SYSTEM.Client from SMS_R_System where SystemGroupName like “XXX\\ADpackage”
*XXX = Domain, ADpackage = Software group pada Active Directory Anda.
2. Collections under collection (memasukkan unsur kolesi lain yang sudah ada )
select SMS_R_System.ResourceID,SMS_R_System.ResourceType,SMS_R_System.Name,SMS_R_System.SMSUniqueIdentifier,
SMS_R_System.ResourceDomainORWorkgroup,SMS_R_System.Client from SMS_R_System where ResourceId in (select ResourceID from SMS_CM_RES_COLL_xxxx) or ResourceId in (select ResourceID from SMS_CM_RES_COLL_xxxx)
*x = collection ID
3. Collection excluding other collections (menghindari collection yang sudah ada masuk kedalam collection list)
select SMS_R_System.ResourceID,SMS_R_System.ResourceType,SMS_R_System.Name,SMS_R_System.SMSUniqueIdentifier,
SMS_R_System.ResourceDomainORWorkgroup,SMS_R_System.Client from SMS_R_System where ResourceId not in (select ResourceID from SMS_CM_RES_COLL_xxxx)
* Collection ID
=================================================================================
Untuk memodifikasi/membuat sebuah WQL collection ikut langkah-langkah berikut.
Klik Icon DB >
Masukkan Nama group > tentukan limit collection jika memang dibutuhkan > klik query edit statement > show query language.
SMS/SCCM Collection
SMS/SCCM Collection sebenarnya adalah sebuah “Targeted Group” atau dalam istilah sederhananya adalah “sebuah atau sekumpulan target yang dapat berupa Laptop, Desktop, TS, server, dll” yang akan menerima paket/software tertentu yang telah di tentukan sebelumnya melalui Distribution point (salah satu fiture dari SMS/SCCM).
Berikut cara membuat Collection sederhana:
Semisal
collection name kita beri nama Test Package ABC
schedule update 4 jam.
1. Dari SCCM/SMS Management Console > System Management Server > Site Database > Collection > workstations (sesuaikan dengan hirarki collection anda) > klik kanan > new > collection > masukkan Nama Collection pada Name > dan keterangan tambahan pada Comment.
2 Pada Membership rules tab > klik Schedule > tentukan waktu recurrence

3. Masukan Computer name dalam membership rules > klik icon biru bergambar computer dan bintang > next > pada resource class pilih “System Resource” dan Attribute Name pilih “Name” dan masukkan Nama Komputer pada Value > next > next > pada bagian resources centang kotak pada nama komputer > next > Finish
Outlook PST Anda Bermasalah
Kebetulan hari ini kerjaan anda engga begitu banyak , dan iseng pengen memindahkan email2 yang berantakan ke Personal Folder (PST) anda, namun dasar lagi apes PST file malah engga bisa di buka alias “CORRUPT”, biasanya ini di sebabkan oleh kapasitas PST file yang cukup besar.
Sebagai informasi kapasitas maximum PST file sendiri adalah 20 GB untuk outlook 2003 and 2007 (Format Unicode) dan outlook akan memberi peringatan ketika PST file anda sudah mencapai 19 GB.
Untuk Outlook versi sebelumnya, seperti Outlook 2002 ukuran maximum adalah 2 GB karena masih menggunakan Format ANSI (American National Standards Institute).
Baiklah, kembali kemasalah anda, bagaimana memperbaiki PST yang bermasalah tersebut.
caranya :
1. Remove Personal Folder yang bermasalah tersebut dari Mailbox list anda.
2. Jalankan program SCANPST.EXE, file ini berada di C:\Program Files\Common Files\System\MSMAPI\1033.
2. Dari tombol Browse > tentukan file PST anda yang bermasalah > Start
” Tunggu beberapa saat, biasanya ini tergantung dari besar file anda “
3. Setelah proses ” fixing PST” selesai, add kembali file PST anda
dari outlook > file > data file management > add > PST file anda
***** Sukses *****
Ms APP-V Server
Microsoft lagi-lagi meluncurkan produk barunya bernama Microsoft Application Virtualization (APP-v). sekilas system ini prinsipnya hampir sama dengan presentation server dari CITRIX, perbedaannya applikasi virtual ini dijalankan
pada sisi client, bukan Web base seperti yang di terapkan pada patform citrix juga tentunya terdapat perbedaan lain pada sisi infrastruktur.
Nah seandainya anda berkeinginan untuk mengimplementasikan kedua sistem ini, yang jadi pertanyaan berikutnya adalah “who’s controlling who” , apakah app-v mempublish citrix atau sebaliknya.
Dalam hal ini Microsoft dan Citrix telah melakukan kolaborasi yang mereka sebut sebagai “Project Encore”untuk menghasilkan sebuah “Advance Virtualization”.
Disini kita tidak akan membahas lebih jauh mengenai hal tersebut , tapi lebih kepada “apakah sebenarnya apakah APP-V” ini, dan juga sedikit membahas mengenai “APPv pada SCCM 2007″, karena kebetulan saat ini kami sedang mendiskusikan kemungkinan mengimplementasikan APP-V pada SCCM patform di salah satu client kami mengingat APP-V “fully integrates with SCCM 2007 R2″.
APP-v sebenarnya adalah “sebuah aplikasi virtual ” dalam arti lain, client dapat menggunakan sebuah aplikasi di PC mereka tanpa harus menginstallnya, keunggulan dari pada sistem ini selain dapat menghindari konflik dengan dengan aplikasi lain, adalah pada sisi managemen, memudahkan seorang AO (Application Owner) untuk mengupgrade (patch/bug/retire) sebuah aplikasi dalam waktu singkat yang mana hanya perlu dilakukan pada sisi server virtualnya saja.
Nah akan lebih menarik seandainya sistem ini disandingkan dengan SCCM, dimana SCCM yang akan mengontrol “publishing/advertismenet into the client (PC mana yang akan/boleh menggunakan aplikasi tertentu)” dan APP-V pada delivery package.
Overview dari APP-V dan Configuration Manager (CM) Infrastruktur
- Microsoft Application Virtualization Sequencer : adalah program yang digunakan untuk memaket sebuah virtual aplikasi bersama CM.
- Configuration Manager Site Server : adalah bagian dari CM hirarki, yang mengatur pendistribusion virtual aplikasi melalui CM distribution Point (DP) ke tujuan.
- Configuration Manager Distribution Point (Distribution Point) : adalah bagian yang mengontrol managemen service seperti HW atau SW inventori, OS deployment, software update, dan software distribution baik secara fisik (lokal install) maupun Virtual (streaming) ke CM target.
- Configuration Manager / Application Virtualization Clients : adalah destinasi dari pendistribusian paket, dengan kata lain adalah CM klien yang menerima virtual aplikasi dari CM infrastruktur, dalam hal ini klien dapat berupa Desktop, Laptop, Terminal Server, dll.
Metode yang di gunakan App-V dalam menghadirkan sebuah aplikasi ke sisi client :
pertama adalah fully streamed virtual applications artinya, selama client menjalan sebuah virtual aplikasi maka client akan secara terus menerus melakukan streaming dengan menjalankan executebel file dari virtual application, ketika APP-V berjalan pada Configuration Manager (CM) control maka client akan melakukan streaming melalui jalur HTTP/HTTPS dari CM Standar Distribution Point server atau melalui SMB pada CM Branch Distribution Point.
* Distribution point sebelumnya harus di konfigurasi untuk mendukung “stream application”
* HTTP pada Mixed mode dan HTTPS pada Native Mode
Kedua Locally delivered (Download and Execute), dengan metode ini maka CM Client akan men-download/mengunduh seluruh paket dari virtual aplikasi yang di jalankan, kemudian menyimpannya pada CM cache dan seterusnya di jalankan dengan melakukan stream SFT file dari local CM cache ke Virtual Application Server.
Backup Mailbox pada Exchange Server 2003
Melakukan backup Mailbox, merupakan salah satu pekerjaan rutin sebagai seorang Exchange Administrator.
Kebetulan hari ini harus memindahkan mailbox client dari NA ke AP, biar aman gw memilih untuk mem-backupnya terlebih dahulu, apalagi ini adalah salah satu VIP client.
Berikut langkah-langkah mem-backup pada Exchagne 2003:
1. Dari Exchange server > AD > userID > Properties > exchange Advanced tab > Mailbox rights > IDadmin (untuk memastikan anda memiliki full access ke mailbox user)
2. Jalankan exmerge.exe dari “C:\Program Files\Exchsrvr\Exmerge” ( jika future ini tidak terdapat pada Exchange server anda, anda bisa mengcopy file tersebut dari exchange server lain atau menginstallnya secara terpisah)
a. Next > extract or import (Two step procedure)
b. Step 1: extract data from an exchange server mailbox
c. Masukkan servername dimana user mailbox berada
d. Pilih storage dimana mailbox user di tempatkan (biasanya dalam satu server di pecah ke dalam beberapa mailbox storage untuk memudahkan pengaturan, meningkatkan kapasitas serta keamanan data)
e. Pilih mailbox yang akan di backup
f. English (default locale)
g. Folder name (tentukan lokasi/folder dimana anda akan menyimpan backup mailbox user)
h. Anda bisa langsung next ke screen berikutnya (anda bisa juga menyimpan configurasi dan menyimpannya)
i. next > finish.
3. Setelah proses backup selesai (pastikan 0 error), anda bisa memeriksa file backup tersebut dengan ektensi PST di fodler yang telah anda tentukan sebelumnya.
“Blank Process” pada Task Manager
Jika tiba2 anda menemukan “Blank Process” pada Task Manager di windows XP coba jalankan reset registry manager di bawah ini
Memindahkan Mailbox (Exchange 2003)
Sebelum memindahkan mailbox ke exchange server lain, tentukan current Server (server mailbox user bersangkutan) dan destination Server (Server mailbox yang dituju).
caranya :
Dari AD > find user > properties > Exchange General.

Memindahkan Mailbox.
Pada menu Exchange System Manager
Exchange > Administrative Groups > Servers > storage group > mailbox store > mailboxes > userID > click Kanan > exchange task > next move mailbox > pilih server yg di tuju > pilih storage group > pilih “create a failure report” atau “Skip corrupted items and create a failure report” (optional tergantung kebutuhan) >menentukan waktu dan tanggal kapan proses mailbox dilaksanakan > proses transfer mailbox dimulai > finish
- Proses diatas dapat dilakukan jika Anda memiliki akses sebagai “Exchange Administrator “.
- Sebaiknya lakukan Backup Email sebelum proses “Migrate Mailbox” dilakukan.
- Mailbox sebaiknya tidak sedang digunakan selama proses “backup” dan “migration” .
Mengganti profile menu AS400
Pada Main Menu > As/400 Profile Maintenance Menu > Display Synon User Profile Details > Masukkan ID user > F9 enter > F10
Ubah nilai pada variable Initial Libary list dan Menu file name
Mengubah user profile juga dapat dilakukan dengan parameter CHGUSRPRF (Change User Profile)
Noted : perlu di perhatikan model menu di sesuailkan dengan Libaryset anda, dan untuk mengubah user profile , anda harus memiliki akses *SECADM (Security Admin), *OBJMGT (object management) dan *USE (use)















